“Naya, Caca, kelak jika kita hidup di Pulau berbeda, tetaplah mengunjungiku sebagai teman baik, yang pernah memimpikan bernene-nenek dengan baik bersama, di Pulau yang sama.” – Rere (Dennisa)
Naya
dan Caca. Masih dengan nama yang sama. Aku mengenal mereka melalui Pulau ini.
Pulau yang sama sekali tak pernah terlintas untuk kusinggahi walau hanya
sekejap. Pulau yang memberikan banyak kesan baik-buruk dalam ingatan. Pulau
yang banyak mendidikku menjadi tegar dan segar. Pulau yang memperkenalkanku
pada orang-orang asing, yang kemudian menjadi penting. Pulau yang, maaf,
(ongkos pesawatnya mahal banget dari Bandung ataupun Jakarta) Hahahaa… *serius
ah*
Naya
dan Caca. Masih dengan kepribadian yang sama. Kami berbeda watak, sangat
berbeda. Bukan tak pernah, kami mengalami berbagai konflik, jangka pendek
maupun jangka panjang. Konflik yang hanya sebatas adu mulut, sampai konflik
yang main tendang-guling-gulingan badan. Itulah cinta, seberapa pun menyebalkannya
mereka, kalian akan selalu punya alasan untuk memaafkan. Dalam hal ini, teori “Loving can
Heal” adalah mutlak.
Naya
dan Caca. Masih dengan tujuan hidup yang sama. Ada yang ingin melanjutkan
sekolah setinggi-tingginya dan tumbuh menjadi pengabdi Negara (Caca). Ada juga
yang ingin melanjutkan bisnis perhotelan keluarga dengan orientasi
turis-dolar-turis-dolar (Naya).
Naya
dan Caca. Masih dengan gaya belajar yang sama. Ada yang bandel, susah diatur,
main terus, bolos terus, tapi pinter. Ada yang flat, enggak rajin-enggak malas,
tapi bah….. peka banget sama waktu, nurut banget sama prosedur-prosedur.
Naya
dan Caca. Masih dengan kekasih-kekasihnya yang sama (YAELAAAAH, NGAPA BAHAS
INI YA). Walau berbeda nama penjudulan, tapi mereka masih mengingat orang yang sama.
Ada yang betah putus nyambung, tapi selalu terlihat romantis (Caca), ada juga
yang betah nunggu mantan putus dengan gebetan barunya, tapi sok-sokan kuat kayak
wonder woman (Naya). Hahaaa.. Tapi,
bagaimanapun cara mereka menjudulkan rasa, aku tetap menyayangi dan mendukung
apapun keputusan mereka, mereka sudah dewasa!!!
Naya
dan Caca. Masih dengan Aku, Penulis tulisan yang sama. Tak terasa, telah hampir
tiga tahun setengah kita saling mengenal seperti ini. Sungguh sangat egois,
jika aku sama sekali tak menulis tentang kalian di tahun terakhirku di Pulau
ini. Aku ingin menyampaikan rasa terimakasihku, karena kalian telah terlahir ke
dunia, menemaniku berjalan dengan baik, disini.
Ini adalah 13 Ingatan Baik bersama Naya dan Caca:
1. Hari Pertama Paska Ospek Bersapa di Tangga Gedung C Fakultas Pertanian Universitas Mataram
1. Hari Pertama Paska Ospek Bersapa di Tangga Gedung C Fakultas Pertanian Universitas Mataram
![]() |
| Yang paling kiri, pakai kerudung pink adalah Astika. Pernah menjadi bagian dari kita, yang sekarang menghilang ditelan misteri-misteri. |
2.Tradisi yang Tak Pernah Terlupa, Berfoto bersama Dosen di Hari Terakhir Perkuliahan Sebelum Ujian
![]() |
| "Pak, boleh minta waktunya sebentar? untuk kenang-kenangan kami suatu hari nanti pak" Hahaha... Memalukan mengingatnya ih --" |
3. Ketika Caca Memperkenalkan Orang Asing yang Menjadi Penting; Pandu Taura Dewantara
![]() |
| "Hi Re! sini, daftar kegiatan dong, gabung sama kita.. ini, Pandu yang sering aku cerita-ceritain" - Caca |
4. Piknik Bersama di Pulau Gili Air
![]() |
| Kita difasilitasi full akomodasi sama si Empunya Pulau, Pemilik salah satu hotel di pulau ini, Naya. |
5. Piknik ke Jakarta
![]() |
| Foto ini diambil oleh Wakil Dekan III, loh. Kita bertemu di bandara dan diberi bekal-bekal gitu. hehe ^_^ Hari itu juga, hari pertama Naya mengenakan kerudung cantiknya. Oh bahagianya. |
6. Lebaran di Kuningan
7. Piknik ke Borobodur, Magelang-Yogyakarta.
8. Piknik ke Malioboro
9. Surprise Ulang Tahun Rere yang ke 21
10. Les Peramalan Bisnis di Sayang-Sayang
11. Surprise Ulang Tahun Naya
12. Piknik ke 2.300 mdpl
13. Jenguk si yang paling manja, Caca.













Good story. Hidup loe penuh warna. Gurih.
BalasHapusSo do you :)
BalasHapus