Petang itu,
Dipinggir tegalan padi menguning
Jingganya mentari sore
Angin yang mendesah pelah
Dan suara-suara burung kecil
Bersama dengan perempuan yang cantik nan jelita
Kau datang dengan sebuah mobil jazz berwarna merah
Aku yang kala itu terlihat begitu culun, lugu, bodoh
Tampak berbeda dengan perempuan yang kau gandeng
Rambutnya panjang terurai
Dengan sedikit warna pirang
Kulitnya yang putih
Dibalut dengan gaun silver berbunga
Tampak berbeda denganku
Yang kala itu hanya memakai kaos oblong
Dengan rok selutut
Dan rambut yang diikat dua
Seperti gadis desa yang sedang jadi penonton raja dan ratu didepannya.
Kau,,
Adam,,
Teman kecilku,,
Cinta pertamaku,,
Malam sebelumnya
Sebelum kau hendak pergi ke kota lagi
Aku memberikan sepucuk surat beramplopkan merah muda berbunga
Diakhir surat itu aku tuliskan "Untuk jawabanmu, aku tunggu kau di tepi sawah yang dahulu sering kita lewati bersama ketika berangkat sekolah"
Dan esok sorenya,
Kau datang,
Benar-benar datang,
Kau datang dengan jawabanmu,
Bahwa kau lebih mencintai perempuan bergaun silver itu
Dibandingkan untuk mencintaiku (lagi), cinta pertamamu.
inikah yg dennisa bilang bahwa dennisa menulis karena hanya ingin melukis luka??
BalasHapus