“Yo no tengo prisa, yo me quiero das el viaje”. Saya tidak terburu-buru, saya ingin melakukan perjalanan. – Despacito by Luis Fonsi-Daddy Yankee.
Perlahan.
Seorang pujangga pada
masanya pernah berkata bahwa ‘perlahan’ luka dan bahagia akan ada hadir di
manapun kau ada, dan dengan sendirinya mereka akan mewarnai, entah di tempatmu
saat itu, atau kau p(indah) ke tempat baru yang lebih menyegarkan dengan
‘merantau’.
Merantau.
Suatu aktivitas
menyenangkan untuk penyembuhan dan tentu, penemuan-penemuan hal baru dalam
sejarah masing-masing pelakunya. Dalam merantau, bisa jadi kita menemukan nilai
yang tak semua orang dapati, karena tidak semua orang mampu pergi sejauh yang
kita lakukan. Dalam merantau, bisa jadi kita mendapati ramuan bahan untuk membuat
bangga orang tua kita. Dalam merantau, bisa jadi kita menemui sesosok dari
bermilyar kemungkinan untuk tinggal. Dalam merantau, pun bisa jadi kita hancur
karena keliru dalam keputusan.
Merantau tak harus pergi
jauh, ke Ibukota, luar pulau atau bahkan luar negeri. Merantau adalah niat
merubah diri, menjadi sosok lebih baik, atau sebaliknya. Kemudian pulang
membawa apa yang kampung halaman titipkan.
Terlalu banyak kemungkinan
bagi Perantau untuk menentukan keputusan, “Where do I begin?”.
I know, exactly, ‘cause I
ever knew and felt.
Bahkan, dalam menjawabnya
saya terombang-ambing dalam ratusan ribu sketsa alur pikiran yang harus saya
tarik benang merahnya. Adalah untung saya kuat, jika tidak, MUNGKIN, bisa pegat
dan masuk rumah sakit jiwa :D
The point is “Yo no tengo prisa” and “Be Kind”, jangan
terburu-buru dan jadilah baik. Kita punya Iman, maka libatkanlah dalam
kehidupan. Itulah mengapa Iman (Agama) sangat-SANGAT penting dalam hidup.
Jangan pergi sendirian tanpa iman pada Tuhan, karena nanti akan ripuh.
Adalah hal yang sangat nikmat, ketika dalam perjalanan kau ada pegangan.
despacito :v
BalasHapusperjalanan dan kisah yang diabadikan..
cocok dah jadi penulis,,
alurnya seperti penasaran,, kira ada lanjutan,,
Coming soon :)
BalasHapus